Doa Mohon Ketabahan Hati
Al Baqarah 250
وَلَمَّا بَرَزُواْ لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُواْ
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”
Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:
And when they advanced to meet Jaloot (Goliath) and his forces, they invoked: “Our Lord! Pour forth on us patience and make us victorious over the disbelieving people.”
Yusuf Ali:
When they advanced to meet Goliath and his forces, they prayed: “Our Lord! Pour out constancy on us and make our steps firm: Help us against those that reject faith.”
Tafsir Al Baqarah 250
Tatkala mereka tampak oleh Jalut dan tentaranya, mereka berdoa, “Rabbana, curahkanlah kesabaran atas diri kami, kukuhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami atas orang-orang kafir.”
Wa lammā barazū (tatkala mereka tampak), yakni tatkala mereka berbaris.
Li jālūta wa junūdihī qālū (oleh Jalut dan tentaranya, mereka berdoa), yakni orang-orang yang membenarkan (Perintah Allah).
Rabbanā afrigh ‘alainā shabran (“Rabbana, curahkanlah kesabaran atas diri kami), yakni muliakanlah kami dengan kesabaran.
Wa tsabbit aqdāmanā (dan kukuhkanlah pendirian kami) dalam peperangan.
Waη shurnā ‘alal qaumil kāfirīn (dan tolonglah kami atas orang-orang kafir”), yakni untuk melawan Jalut dan tentaranya.
وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلاَّ أَن قَالُواْ
ربَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami [235] dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.
Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:
And they said nothing but: “Our Lord! Forgive us our sins and our transgressions (in keeping our duties to You), establish our feet firmly, and give us victory over the disbelieving folk.”
Yusuf Ali:
All that they said was: “Our Lord! Forgive us our sins and anything We may have done that transgressed our duty: Establish our feet firmly, and help us against those that resist Faith.”
Tafsir Ali Imran 147
Tiadalah perkataan mereka selain ucapan, “Rabbana, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami. Teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami dalam menghadapi kaum yang kafir.”
Wa mā kāna qauluhum (dan tiadalah perkataan mereka), yakni perkataan kaum Mukminin setelah nabi mereka terbunuh.
Illā ang qālū rabbanā (selain ucapan, “Rabbana), yakni ya Tuhan kami.
Ighfir lanā dzunūbanā (ampunilah dosa-dosa kami). Dalam hal ini tidak termasuk dosa-dosa besar.
Wa isrāfanā fī amrinā (dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami), yakni banyak melakukan dosa-dosa besar.
Wa tsabbit aqdāmanā (dan teguhkanlah pendirian kami) dalam menghadapi peperangan.
Waηshurnā ‘alal qaumil kāfirīn (dan tolonglah kami dalam menghadapi kaum yang kafir”).
