Pendahuluan
Selama ini, kebanyakan orang selalu berpendapat bahwa tidak semua orang dapat melatih tenaga dalam; tenaga dalam tidak diajarkan dalam Islam; tenaga dalam merupakan hasil bantuan jin dsb. Tenaga dalam yang sebenarnya cuma istilah lain dari energi murni merupakan fitrah, sesuatu yang sudah ada dalam diri manusia, yang jika berdasar pada manfaatnya, maka itu sebenarnya sebuah pemberian dari Allah, suatu nikmat yang patut disyukuri.
Banyak juga pandangan bahwa tenaga dalam itu dipelajari lewat yoga yang notabenenya adalah praktik yang terdapat dalam agama Hindu dan Budha, ini merupakan suatu paradigma yang sempit. Tenaga dalam yang sebaiknya kita sebut energi murni saja tidak hanya berasal dari agama Hindu dan/atau Budha saja. Melainkan merupakan suatu anugrah Allah kepada seluruh manusia. Bukankah manusia diciptakan dalam keadaan yang sempurna? Lagi pula yang membedakan antara manusia satu dengan yang lain adalah ketakwaannya. Salah satu dari wujud ketakwaan manusia kepada Tuhannya adalah mensyukuri nikmat yang diberikanNya, bukan hanya dengan mengucapkan Alhamdulillah saja, namun juga menggali, memiliki dan memanfaatkan pemberian itu dijalan yang baik dan benar.
Pengalaman saya selama 10 tahun menggodok sebuah perguruan energi murni memberikan saya pelajaran terbesar, bahwasanya sebaik-baik manusia adalah manusia yang membawa kebaikan dan perbaikan bagi manusia lain. Segala puji bagi Allah, apa yang kami ajarkan ternyata membuahkan hasil yang insya Allah diridhai olehNya. Mulai dari pengobatan hingga penjagaan dan penentraman. Di samping itu, ternyata dengan banyak memberikan pemahaman bahwa la haula wala quwata illa billah, maka ada perubahan sikap secara signifikan.
Tiap-tiap orang memiliki metode dakwah yang berbeda-beda; lewat ceramah, tulisan, tayangan, pakaian, dan ini juga termasuk salah satu proses syiar dan dakwah. Dengan demikian, memberikan pelatihan seperti ini tidaklah bertentangan dengan Islam, melainkan memperkuat Islam.
Apa yang kami ajarkan hanyalah bagaimana memahami rahasia nafas di dalam proses dzikir. Menggali bagaimana kolaborasi antara dzikir sebagai media ketenangan jiwa dan pelatihan pernafasan sebagai media pembangkit energi murni. Dengan dorongan dzikir, maka insya Allah terhindar dari campurtangan pihak-pihak yang tak diundang (jin dan iblis).
Mengenal Nafas
Nafas diartikan sebagai udara yang keluar dan masuk dalam tubuh manusia, untuk memompa darah dan membuat manusia dapat bertahan hidup. Nafas juga dapat diartikan sebagai nyawa atau jiwa. Kami lebih cenderung mengartikan nafas dengan pengertian yang kedua. Lebih kritis lagi, nafas adalah “tali” yang mengikat jasad dan ruh sehingga keduanya dapat bersatu. Jika nafas terputus maka ruh dan jasad akan terpisah dan pemiliknya dinyatakan almarhum.
Tanpa mendistorsi makna Nafas dalam pengertian yang pertama, terdapat empat pembagian nafas. Yaitu Nafas, Nufus, Anfas dan Tanaffas. Ada yang keluar masuk tubuh, ada yang masuk dan tidak keluar dari tubuh, ada yang tidak pernah keluar dan tidak pernah masuk (sudah memang eksis di dalam tubuh) dan ada yang keluar dan tidak masuk lagi (hembusan nafas yang terakhir).
Allah menyempurnakan manusia dengan “meniupkan” ruh ke dalam jasad. Kata “tiup” sangat erat kaitannya dengan “nafas”, memberikan gambaran bahwa Allah menggunakan “nafasNya” untuk mengikat atau menyatukan jasad dan ruh kita. Ilustrasi ini kemudian meyakinkan kita bahwa nafas bukanlah suatu pemberian yang sama dengan pemerian lain.
Manusia dapat saja tidak makan dan minum selama berhari-hari dan tidak mati. Tetapi manusia tidak dapat meninggalkan aktifitas bernafasnya meskipun 10 menit saja. Artinya, nafas memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia.
Perbedaan nafas yang masuk dan nafas yang keluar sebagaimana saya sebutkan tadi, secara ilmiah dapat diketahui bahwa nafas yang masuk (o2) bukanlah nafas yang keluar (co2). Nafas yang keluar tidak lagi untuk manusia, melainkan untuk tumbuh-tumbuhan. Ini juga memberikan gambaran bahwa ada power yang terkandung dalam nafas yang keluar dan masuk itu.
Ketika berada di dalam rahim, seorang bayi bernafas dengan bantuan kekuatan nafas ibunya. Selama berbulan-bulan dalam kegelapan, diselimuti dengan berlapis-lapis membran, namun tetap dapat hidup tanpa luka, dengan berkah nafas itu. Kematian makhluk bernafas jugadiisyaratkan oleh nafas itu sendiri. Singkat cerita, nafas memiliki kekuatan yang dahsyat, sebagai anugrah yang tidak pantas disia-siakan.
Sederhananya, ketika dirimu mengalami kesusahan, ketakutan dan kesedihan, dengan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dapat meringankan apa yang terasa sesak dalam dadamu itu. Seolah-olah nafas memiliki jari-jari yang lebar dan mampu meraup segala rasa dalam dadamu dan mengeluarkannya. Dengan menahan nafas kekuatan fisikmu juga bisa bertambah. Bayangkan kembali suatu saat kamu mengangkat sebuah beban yang cukup berat, maka kamu perlu menarik nafas sebentar, menahannya dan barulah kamu mengencangkan otot-ototmu untuk mengangkat beban itu. Sayang kita tidak menyempatkan waktu untuk memikirkan kekuatan nafas ini.
Nafas adalah simbol kehidupan. Dari hembusan nafaslah setiap manusia dihidupkan, dengan hembusan nafaslah manusia menjalani kehidupan dan dengan hembusan nafas pula manusia mengakhiri kehidupan. Wallahu a’lam bishshawab.
Mengenal Dzikir Nafas
Saat ini Anda mungkin berpikir bahwa isi artikel ini mungkin menyimpang karena istilah “Dzikir Nafas” mungkin baru terdengar. Sebenarnya dzikir nafas ini bukan istilah baru, memang tidak lahir di zaman Rasulullah, tetapi tidak usah ragu. Hukum istilah ini sama halnya dengan istilah Balaghag, Syaraf, Ma’ani, Imla’ dan Tajwid yang tidak lahir di zaman Rasulullah. Istilah Dzikir Nafas ini lahir dari suatu riyadhah (latihan jiwa) dalam tarekat Naqasyabandiyah. Kita tidak sedang membahas tarekat lho, yang kita bahas adalah bagaimana Dzikir Nafas ini turut berkontribusi dalam membuka rahasia Nafas.
Dzikir Nafas adalah proses dzikir yang diikuti dengan irama naik-turun nafas kita. Kebanyakan para sufi dan wali menamakannya dzikir nafas karena mereka yakin bahwa setiap unsur diri kita harus melakukan dzikir. Sehingga dzikir tidak hanya dilakukan oleh lisan dan qalb (dzikir qauliah dan qalbiyah), tetapi nafas juga harus melakukan dzikir, otak juga melakukan dzikir, mata, telinga, tangan dan kaki, semuanya harus melaksanakan dzikir. Tetapi saya tidak mungkin membahasnya semua, yang akan saya bahas adalah dzikir nafas saja.
Pengertian dzikir sebagai mengingat Allah cukup sempit. Dzikir merupakan kendaraan agar seorang hamba dapat sampai ke hadirat Allah. Mengingat Allah bukan sama dengan mengingat orang tua, hal ini sama halnya memanusiawikan Allah. Jika manusia mengingat Allah, maka manusia tersebut bisa sampai ke hadirat Allah, artinya, Allah menjadi hadir dalam perenungannya. Sehingga apapun yang manusia atau hamba itu minta, maka permintaan itu secara langsung diterima dan didisposisi oleh Allah dan dikabulkan secara proporsional. Sehingga Allah memerintahkan kita untuk berdo’a dengan menggunakan Asma’ul Husnah (99 nama Allah yang Baik). Artinya, asma yang digunakan untuk berdo’a itu disesuaikan dengan kebutuhan kita, jika kita sakit dan minta kesembuhan, maka kita harus prioritaskan untuk menggunakan asma “Allahu Syafi…” yang artinya (Allah Maha Penyembuh).
Kita melakukan approach (pendekatan) kepada Allah dengan Asma-Nya. Itu yang diinginkanNya. Bagaimana dengan dzikir nafas? Para sufi membagi dzikir kedalam tiga jenis: dzikir lisan (dilakukan oleh lidah), dzikir khofy (dilakukan oleh hati) dan dzikir nafas (diikuti dengannafas). Sebagian sufi yang lain melengkapinya dengan dzikir sirri, dzikir yang dirahasiakan dan dzikir fi’li yaitu dzikir yang dilakukan dengan perbuatan.
Intinya adalah bahwa dzikir nafas itu adalah dzikir yang ritmenya menuruti irama naik turun-diamnya nafas. Dalam hal ini, dzikir bukan lagi satu hal yang asal sebut dan asal ingat saja. Tetapi dzikir sudah merupakan suatu disiplin yang teratur dan tidak terbengkalai, hal ini perlu dilakukan karena menyangkut dengan Allah SWT. Dzikir menjadi suatu prosesi yang ketat dan tidak main-main. Para sufi, para wali melakukan hal ini (tentunya dengan dasar/dalil yang kuat, silahkan baca literatur-literatur tasawuf atau tarekat untuk melihat dasar-dasarnya) demi mengembalikan dzikir ketempatnya semula, yang agung dan sakral.
Apakah dzikir kini tidak lagi sesuatu yang agung? Ya! Kita dapat melihat, takbiran hari raya sudah di-remix dengan irama disko, pawai takbiran diikuti seperti halnya pawai lainnya, tasbih digantung-gantung dileher anak-anak zaman sekarang sebagai trend, surban dikalung-kalung bukan lagi oleh kiyai, tetapi anak-anak remaja yang masuk ke diskotik juga pakai. Para pembawa acara, pelawak dan sebagainya menggunakan songkok secara miring, dengan rambut acakacakan, seolah songkok merupakan bahan humor yang efektif. Para politikus menjual-jual Firman dan Hadist demi kepentingan duniawi pribadi. Kedepan nanti, tidak menutupi kemungkinan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah juga menjadi bahan humor. Hal ini sangat mendegradasi posisi “mengingat Allah” dari posisi sakral ke posisi main-main. Para sufi kemudian merasa prihatin, hal-hal yang sakral dan agung sudah menjadi hal yang rendah, maka didirikanlah disiplin-disiplin tertentu yang mengaturnya. Dengan kata lain, mereka mengembalikan posisi “mengingat Allah” ke posisi agung. Akan tetapi, lihatlah, yang terjadi kini. Para sufi dituduh bid’ah, bahkan murtad. Akhirnya, bertebaranlah apa yang mereka takutkan terjadi. Yaitu pelecehan terhadap simbol-simbol “mengingat Allah” tadi. Ini merupakan bukti ramalan Rasulullah bahwa suatu kelak nanti agama menjadi simbol saja, kitab suci menjadi tumpukan kertas dan masjid hanya menjadi bangunan saja. Kali ini melebihi apa yang diramalkan Rasulullah, dimana simbolsimbol agama tidak lagi pada tempatnya, banyak penyelamat agama yang divonis bid’ah. Lewat pengenalan dzikir nafas ini, kami juga hendak mengajak kita semua untuk mengadakan proses penyelamatan terhadap atribut-atribut sakral ini.
Manfaat dzikir nafas ini sangat besar. Dalam praktik muraqabah, nafas diyakini sebagai jalan menuju konsentrasi terhadap makna dzikir. Dzikir nafas bermanfaat demi ketenangan batin, keluasan dada dan pencerahan pikiran. Dzikir jika diikuti dengan nafas maka dzikir tersebut akanmengalir di seluruh aliran darah dan di setiap detak jantung. Membuat kita berkekalan dengandzikrullah, selain itu dzikir nafas juga membangkitkan energi murni (inner power) yang bermanfaat untuk pengobatan dan perlindungan. Menurut pengalaman perguruan, dzikir nafas juga berimbas pada pengendalian emosi yang lebih positif dan pengendalian hawa nafsu. Di samping itu juga meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga pikiran tetap konsen, membuat tubuh menjadi tegak dan lebih peraya diri dan tangguh dalam menghadapi musuh-musuh Islam.
Bagaimana dzikir dan nafas ini berkolaborasi menjadi dzikir nafas akan kita bincangkan di pasal selanjutnya. Untuk saat ini, sebaiknya kamu persiapkan diri dulu untuk memahami bahwa dzikir nafas bukanlah suatu yang dilarang dalam agama Islam, melainkan hal yang sangat bermanfaat buat kehidupan kita pribadi, kelompok bahkan untuk memerangi musuh-musuh Islam. Jika kamu sudah siap, maka kita akan masuk ke pasal berikut, yakni bagaimana dzikir dan nafas berkolaborasi. Dan segera kamu akan rasakan natijahnya (hasilnya) yang sangat bermanfaat, membuatmu tersungkur dan menangis bahwa kamu hampir saja terlambat mensyukuri nikmat Allah yang sangat besar ini. Wallahu a’lam bishshawab.
Kolaborasi Dzikir dan Nafas
Memanfaatkan Dzikir Nafas
Penutup
Download Ebook Rahasia Zikir Nafas
sumber: hakiembunitas.blogspot.com

Trims Saudaraku, sudah lama saya mencari bacaan seperti ini,dan kepingin sekali saya belajar tentang zikir Napas.Saya akan berusaha mempelajarinya dengan sungguh2,sebagai berguna buat diriku,keluargaku terlebih lagi kalau bisa saya gunakan untuk orang lain.Semoga Allah SWT memberikan pahala belipat ganda dikemudian hari.Amin.Wassalam Muhajir
Terimakasih kembali Saudaraku, sebenarnya tulisan ini juga sebagai bahan bagi Saya untuk belajar dan menekuni metode dan teknik dalam berzikir. Dan gembira sekali rasanya jika Saudaraku merasa tulisan ini bermanfaat.
Salam,
Alang Fauzi Bertuah
terimaksih tulisan yg saya cari2,, sangat bermanfaat..
Terimakasih kembali Saudaraku, Yanwar. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Kita semua. Sering-sering berkunjung ke site ini ya
Salam,
Alang Fauzi Bertuah
makasih ilmunya mas. bagus sekali tulisannya.
Sama-sama Mas Bondan, terimakasih kembali.
Salam
Asalamualaikum
Saya tidak menjumpai hadis2 Nabi SAW berkenaan dengan ZIkir Nafas tolong emailkan pada saya di drismailkassim@gmail.com.
Artikel amat baik dan semoga Allah mencucuri rahmat pada Saudara.
wasalam
Wa`alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.
Terimakasih sebelumnya karena Saudara Dr. Ismail Kasim dah sudi berkunjung ke site ini.
Maaf jika Saya sedikit terlambat merespons comment Saudara. Segera Saya kirimkan link download tersebut ke email.
Salam,
Alang Fauzi Bertuah
Tolong emailkan download yang tertera di atas
dan email saudara, Kuala lumpru <malaysia
Dr Ismail Kassim – Malaysia
Alhamdulillah sudah Saya kirimkan file tersebut ke email Saudara.
Salam,
Alang Fauzi Bertuah